Hafidz Al-Qur’an minimal 15 juz untuk SMP dan 30 juz untuk SMA

Keutamaan-keutamaan menjadi generasi penghafal Al-Qur’an yakni :

  • Dia didahulukan menjadi Imam Sholat berjamaah, sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi Wa Sallam : 

“Yang paling berhak jadi Imam adalah yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya. Jika dalam hafalan Al-Qur’an mereka sama, maka didahulukan yang paham sesuai Sunnah. dan seseorang tidak boleh menjadi Imam di wilayah orang lain”. (HR. Ahmad 17526,  Muslim 1564, dan yang lainnya)

  • Ketika meninggal dia didahulukan, Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’anhuma bercerita, Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi wasallam menggabungkan dua Jenazah Uhud dalam satu kain kaffan. Setiap hendak  memakamkan beliau bertanya :

“Siapa yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya?” 

Kemudian beliau memposisikan yang paling banyak hafalannya diposisi yang paling dekat dengan lahat. Lalu beliau bersabda : 

“Aku menjadi saksi bagi mereka kelak di hari Kiamat”. (HR Bukhari 1343, Turmudzi 1053)

  • Diutamakan menjadi Pemimpin jika dia mampu memegangnya, ketika Umar Radhiyallahu’anhu menjadi khalifah, beliau menunjuk Nafi’ Bin Abdul Harits untuk menjadi Gubernur di Mekkah.

Suatu ketika Umar bertemu dengan Nafi’ di daerah Asfan.

“Siapa yang menggantikanmu di Mekkah?”. Tanya Umar.

“Ibnu Azza.” Jawab Nafi’.

“Siapa Ibnu Azza?”. Tanya Umar.

“Salah satu mantan budak di Mekkah.” Jawab Nafi’.

“Mantan budak kamu jadikan Pemimpin?.” Tanya Umar.

“Dia hafal Al-Qur’an dan paham ilmu Faraid.” Jawab Nafi’.

Kemudian Umar mengatakan, bahwa Rosulullah Shollallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda :

“Sesungguhnya Allah mengangkat sebagian kaum berkat ini (Al_Qur’an), dan Allah menghinakan kaum yang lain juga karena Al-Qur’an.” (HR Ahmad 237, Muslim 1934)

  • Kedudukan Hafidz Al-Qur’an di Surga sesuai banyaknya Ayat yang dia hafal, dari Abdullah Bin Amr Radhiyallahu’anhuma, Nabi Shollallahu’alaihi Wasallam bersabda :

“Ditawarkan kepada penghafal Al-Qur’an, “Baca dan naikklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana kamu mentartilkan Al-Qur’an di dunia. Karena kedudukan mu di Surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 di shahihkan Albani)

  • Ditemani Malaikat,  dari Aisyah Radhiyallahu’anha, Rosulullah shollallahu’alaihi Wa Sallam bersabda :

“Orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an, dia bersama para Malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca Al-Qur’an, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala.” (HR Bukhari 4937)

  • Di akherat akan diberi mahkota dan pakaian kemuliaan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi Shollallahu’alaihi Wa sallam bersabda :

“Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata : “Ya Allah berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang Hafidz Al-Qur’an Mahkota kemuliaan. Al-Qur’an meminta lagi, “Ya Allah tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia meminta lagi, “Ya Allah Ridhoi dia.” Allah pun meridhoinya. Lalu dikatakan kepada Hafidz Al-Qur’an, “Bacalah dan naiklah akan ditambahkan pahala untukmu dari setiap yang kamu baca.” (HR Turmudzin 3164 dan beliau menilai hasan shahih) 

  • Al-Qur’an memberi syafaat baginya, dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu’anhu, Rosulullah Shollallahu’alaihi Wa sallam bersabda :

“Rajinlah membaca Al-Qur’an, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya kelak di hari kiamat.” (HR Muslim 1910)

  • Orang tuanya akan diberika mahkota cahaya kelak di Akherat, dari Buraidah Radhiyallahu’anhu Nabiyullah Shollallahu’alahi Wa sallam bersabda :

Siapa yang menhafal Al-Qur’an, mengkaji dan mengamalkannya, maka Allah akan memberika mahkota kepada kedua Orang tuanya, dari cahaya yang terangnya seperti matahari, dan kedua orang tuanya akan diberi 2 pakaian yang yang tidak bisa dinilai di dunia. Kemudian kedua Orang tuanya bertanya : “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?.” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan Anakmu telah menghafal Al-Qur’an.” (HR Hakim 1/756 dan dihasankan Al-Abani).

Memiliki Aqidah dan Manhaj yang benar sesuai Sunnah

Pentingnya menanamkan Aqidah dan Manhaj yang benar pada Santri Ma’had Tahfidz Nurul Iman Cilangkap agar terus mencetak generasi penerus yang berpegang teguh kepada Sunnah Rosulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam, hal ini berdasarkan sabda Nabi yang mulia Muhammad Shollallahu’alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :

“Aku wasiatkan kepada engkau untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsy. Karena barang siapa yang hidup setelahku, Ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka engkau wajib berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para Khalifah yang mendapat petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan graham. Jauhilah semua perkara yang baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah Bid’ah, dan semua Bid’ah adalah sesat. (HR Abu Daud 4607)

Dan jalan yang ditempuh oleh Rosulullah Shollallahu’alaihi Wa sallam dan para sahabatnya disebut dengan Al-Jama’ah, sebagai mana yang tertera dalam hadits ini :

Dari Auf Bin Malik Radhiyallahu’anhu, Rosulullahu’alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang Yahudi telah bercerai-berai menjadi 71 kelompok, satu dalam Syurga. 70 di dalam neraka. Orang-orang Nashara telah bercerai-berai menjadi 72 kelompok, 71 di dalam Neraka, satu di dalam Syurga. Demi (Allah), Yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, umatku benar-benar akan bercerai-berai menjadi 73 golongan, satu di dalam Syurga, 72 di dalam Neraka. Beliau Shollallahu’alaihi Wa Sallam ditanya : “Wahai Rosulullah! Siapakah mereka itu?” Beliau Shollallahu’alaihi Wa Sallam menjawab: “Al-Jama’ah.” (HR Ibnu Majah 3992).

Menguasai dan paham terjemah Al-Qur’an 30 Juz

Kita akan merasa bahwa Al-Qur’an pedoman hidup kita, jika Al-Qur’an sudah menyerap ke dalam hati dan pikiran kita karena betapa pentingnya Al-Qur’an untuk kebaikan di Dunia maupun di Akherat. Pedoman yang selalu mengantarkan kita kepada kebaikan dan mencegah kepada kejelekan, yang selalu bisa menyelesaikan masalah-masalah dunia, yang selalu menghindari kita dari zina dan perbuatan tercela lainnya. Maka dari itu para Santri Ma’had Tahfidz Nurul Iman Cilangkap wajib menguasai dan memahami terjemah Al Qur’an agar dapat mengamalkannya. Sesuai dengan firman Allah: 

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. Agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.” (Q.S. Fathir 35: 29-30). 

Terampil Berbahasa Arab

Keutamaan Bahasa Arab sangat banyak dan sangat penting untuk diajarkan. Allah berfirman :

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dalam Bahasa Arab agar kamu mudah memahaminya.” (QS Yusuf:2)

Untuk memahami Ayat Al-Qur’an di atas, Al-Imam Ibnu Katsir menjelaskan :

“Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab) karena bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas dan luas maknanya dan lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena kitab yang paling mulia diturunkan (Al-Qur’an) kepad Rosul yang paling mulia (Muhammad Shollallahu’alaihi Wa Sallam), dengan bahasa yang termulia (Bahasa Arab). Melalui perantara Malaikat yang paling mulia (Jibril), ditambah diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (Tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna di segala sisi. (Tafsirul Qur’an Al-Adzim 4/366)

Terbiasa Shalat tepat waktu dan berjamaah di Masjid

Kami menekankan kepada Santri yang tinggal di Ma’had Tahfidz Nurul Iman Cilangkap agar terbiasa Sholat 5 waktu, tepat waktu, dan berjamaah di Masjid. Karena orang yang mengerjakan sholat adalah ciri dari orang yang beriman kepada Allah Subhanahuwata’ala, berdasarkan Firman Allah Subhanahuwata’ala :

“Sesungguhnya Sholat memiliki waktu yang ditetapkan bagi orang yang beriman.” (QS AN-Nissa:103)

Begitu juga berdasarkan Sabda Rosulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam agar Sholat di awal waktu. Dari Ummu Farwah Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi Wa Sallam bersabda :

“Rosulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam pernah ditanya, “Amalan apa yang paling afdhal?”, Beliau pun menjawab, “Sholat di awal waktunya.” (HR Abu Daud 426)

Dan juga dalam hal Sholat berjamaah di Masjid yang wajib dilakukan, berdasarkan dari jalan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rosulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam bersabda :“Sungguh Aku benar-benar berniat untuk memerintahkan orang-orang untuk Sholat di Masjid, kemudian memerintahkan seseorang untuk menjadi Imam, lalu aku bersama beberapa orang pergi membawa kayu bakar menuju rumah-rumah orang yang tidak menghadiri sholat berjamaah lalu aku bakar rumahnya.”(HR Bukhari 7224, Muslim 651)

author image

Tentang ikhwan

Anda Mungkin Juga Menyukai

Jadwal Kajian Masjid Hijau Nurul Iman Cilangkap
Allah Tinggi Di Atas Arasy
Dunia Lebih Jelek Dari Bangkai Kambing
Bagaimana Mencetak Anak Shalih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *